TIMIKA – Salah seorang tokoh masyarakat Suku Kamoro di Mimika, Philipus Monaweyauw, SE., MM. meminta kepada pihak Kepolisian untuk menindak atau menutup aktifitas perjudian di Kota Timika. Perjudian dimaksud adalah toto gelap (togel) dan judi king.
“Timika ini sudah rusak. Judi di mana-mana. Dilakukan secara terang-terangan. Kita lewat di jalan tiap hari orang pasang togel. Aparat kepolisian ada di mana? Ini kan melanggar undang-undang, kenapa dibiarkan?,” ujar Philipus di Timika Indah, Senin (11/5/2026).
Menurut Philipus, sudah banyak korban yang ditimbulkan dari aktifitas judi ini, khususnya masyarakat Kamoro.
“Masyarakat saya sudah banyak korban. Mereka beli togel tiap hari, main king tiap malam, berharap menang padahal tambah miskin,” kata Philipus.
Philipus yang juga pendiri lembaga adat Suku Kamoro di Mimika, merasa aktifitas perjudian ini sengaja dibiarkan oleh aparat keamanan.
“Tidak mungkin aparat tidak tahu. Ini dilakukan secara terang-terangan. Kita warga biasa saja bisa lihat. Berarti kami menduga aparat sengaja membiarkan,” tegasnya.
Karena itu, agar tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat, ia meminta kepolisian segera menindak tempat-tempat perjudian tersebut sekaligus menangkap pelakunya.
“Kalau sengaja perjudian dibiarkan berarti ada tujuannya. Jangan sampai masyarakat curiga. Jadi sebaiknya polisi segera bubarkan mereka,” katanya.
“Kalau mereka (polisi, red) tidak mau tutup, nanti kami lembaga adat yang tutup,” tukas Philipus.
Pantauan media ini, judi togel dapat dijumpai hampir di setiap jalan dan lorong di Kota Timika dan sekitarnya. Sedangkan untuk judi king biasa beroperasi malam hari. Salah satunya di pasar gorong-gorong.(*)









